HuNDARI BARO METER KEBENARAN ALA JAHILIYAH
OlehSyaikh Shalih Fauzan bin Abdullah Al Fauzan
Setiap kali mendengar kata-kata jahiliyah, maka tergambarlah di benak kita dengan berbagai kebiasaan buruk yang dilakukan manusia sebelum kedatangan Islam. Dan memang, semua yang dikaitkan dengan kata-kata jahiliyah, semuanya memiliki konotasi buruk dan kita dilarang mengikutinya.
Alhamdulillah, secara umum masa Jahiliyah itu sudah berakhir [2] seiring dengan diutusnya Muhammad n sebagai rasul dengan membawa Al Qur`an sebagai pedoman hidup. Namun, ini bukan berarti semua tradisi jahiliyah juga sudah terkikis habis. Tradisi atau tabiat jahiliyah masih ditemukan pada diri seseorang atau satu kelompok tertentu, atau bahkan pada satu wilayah negara. Sebagaimana tersirat dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar ada seseorang menghina kawannya dengan ucapan “Hai anak wanita hitam!” Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegurnya dengan bersabda:
“Apakah engkau menghinanya karena ibunya?”
Lalu Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكَ امْرُؤٌ فِيكَ جَاهِلِيَّةٌ
Sesungguhnya engkau manusia yang masih terjerat tabiat jahiliyah [HR Muslim].Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
sallam.
أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالنِّيَاحَةُ عَلَى الْمَيِّتِ وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ
Ada empat perkara jahiliyah yang ada pada umatku, mereka tidak meninggalkannya ; yaitu mencaci keturunan, membanggakan kedudukan, meratapi orang meninggal dunia, serta mengaitkan turunnya hujan dengan bintang-bintang.
[3]Juga ketika terjadi pertengkaran antara seorang Anshar dan Muhajirin, lalu masing-masing mencari pendukung. Seseorang yang dari Anshar memanggil orang Anshar
“hai, orang Anshar!”
dan dari Muhajirin memanggil orang Muhajirin, dia berkata
“wahai kaum Muhajirin”.
Menanggapi kejadian tersebut, Rasulullah bersabda,
”Apakah kalian masih bangga dengan semboyan jahiliyah,sementara aku masih berada di tengah kalian? Tinggalkanlah fanatisme itu, karena itu berbau busuk!”
Dari sabda Beliau Shallallahu ‘alaihiwa sallam di atas, para ulama berpendapat, masih adanya tradisi jahiliyah yang melekat di tengah masyarakat. Sehingga para ulama bangkit menjelaskannya, agar masyarakat menjauhinya dan tetap istiqamah menempuh jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Karena tradisijahiliyah bertentangan dengan syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Diantara tradisi jahiliyah yang diperingatkan oleh para ulama agar dijauhi, yaitu tradisi jahiliyah dalam menilai sebuah kebenaran dan sumber nilai itu sendiri.
Islam mengajarkan kepada penganutnya agar meyakini dan mengamalkan semua yang diperintahkan dalam Al Qur’an dan Sunnah berdasarkan pemahaman Salafush Shalih. Begitu juga dalam menilai sesuatu itu benar atau tidak, Islam mengajarkan agar mejadikan Al Qur’an dan Sunnah tolak ukurnya.
Berbeda dengan tradisi jahiliyah, mereka menjadikan pendapat nenek moyang serta pendapat mayoritas orang sebagai tolak ukur. Yang sejalan dianggap benar dan yang bertentangan dinilai salah
leee tolak ukur se din budin jiyah se paya. pa senyamannah cetakgheh dhibik ,👊👊👊👊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar